Warta Times, Madiun – Pemerintah Kota Madiun resmi menandatangani kesepakatan strategis dengan delegasi Korea Selatan dalam pengembangan Smart Farm Vertikal Indoor senilai USD 33,5 juta atau setara Rp551 miliar. Proyek ini akan menjadi yang pertama di Indonesia dan menjadi bagian dari program Smart City “Madiun Mendunia”.
Kolaborasi ini melibatkan Kyungpook National University yang diwakili oleh Prof. Simin Yi, Plan T Farm Co., Ltd. yang diwakili oleh Mr. Lee Daeho, serta Pasifik Group International yang bertindak sebagai fasilitator penuh. Penandatanganan kesepakatan dilakukan bersama Wali Kota Madiun, Maidi, dengan dukungan langsung dari Kementerian Pertanian Indonesia dan Kementerian Pertanian Korea Selatan melalui skema Official Development Assistance (ODA) berbentuk hibah antar pemerintah (G2G).
Dua Tahap Audiensi Sebelum Kesepakatan
Sebelum penandatanganan, telah dilakukan dua kali audiensi resmi antara delegasi Korea, Pasifik Group, dan Pemkot Madiun. Pertama, pertemuan dengan Direktur Perumda Air Minum Kota Madiun sekaligus peninjauan lokasi di Ngrowo Bening Edu Park. Kedua, audiensi bersama Wali Kota Maidi yang menghasilkan komitmen penuh pemerintah daerah untuk mendukung jalannya proyek.
Kesepakatan akhirnya dimatangkan melalui Agreed Meeting antara Pemkot Madiun, Prof. Simin Yi, dan Chairman Pasifik Group International, Daniel Koo.
Rincian Tanggung Jawab Kolaborasi
Dalam perjanjian kerja sama ini, masing-masing pihak memiliki peran yang jelas:
- Pemkot Madiun & PDAM Kota Madiun: Menyediakan infrastruktur dasar berupa air, listrik, dan jaringan internet, serta memfasilitasi proses perizinan.
- Delegasi Korea & Pasifik Group International: Menyusun dokumen teknis, menghadirkan teknologi smart farm berbasis produksi sayuran dan stroberi halal bersertifikat, serta memastikan operasional berjalan sesuai standar internasional.
Investasi Strategis Senilai USD 33,5 Juta
Proyek smart farm ini dirancang untuk jangka waktu lima tahun (2025–2030) dengan total nilai investasi mencapai USD 33,5 juta. Selain menjadi pusat produksi pertanian modern berbasis teknologi, fasilitas ini juga akan dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi di Ngrowo Bening Edu Park.
“Ini akan menjadi pilot project smart farm vertikal indoor pertama di Indonesia. Madiun akan tampil sebagai pionir pertanian modern yang ramah lingkungan sekaligus mendukung sektor pariwisata,” ungkap Chairman Pasifik Group International, Daniel Koo.
Inovasi Tambahan: Teknologi Pengolahan Sampah
Tak hanya smart farm, pembahasan audiensi juga mencakup rencana pengembangan sistem pengolahan sampah modern dengan teknologi Pasifik Group International. Program ini selaras dengan visi Wali Kota Madiun untuk menjadikan TPA Winongo sebagai kawasan wisata edukasi lingkungan.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Madiun berencana meninjau langsung mesin pengolah sampah Pasifik Group yang saat ini beroperasi di Cipondoh, Kota Tangerang.
Simbol Penguatan Hubungan Indonesia–Korea
Proyek ini menandai langkah penting dalam penguatan hubungan bilateral Indonesia–Korea, khususnya di bidang pertanian berkelanjutan, pengelolaan lingkungan, dan pengembangan smart city. Dengan hadirnya smart farm vertikal indoor, Madiun diharapkan mampu menjadi pusat inovasi pertanian teknologi tinggi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan lokal, tetapi juga meningkatkan daya saing global.
“Kolaborasi ini adalah bukti nyata bagaimana Madiun mendunia bisa diwujudkan melalui teknologi, inovasi, dan kerja sama internasional,” ujar Wali Kota Madiun, Maidi.