Warta Times, Bekasi – Sejumlah dosen dari Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) melaksanakan program pengabdian masyarakat guna meningkatkan kompetensi pedagogis guru melalui pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (AI). Kegiatan ini difokuskan di SDN 04 Telaga Asih, Kabupaten Bekasi, untuk mendorong keterampilan berpikir kritis siswa di era Digital 5.0.
Program yang direncanakan berjalan selama 12 bulan ini dipimpin oleh Muhammad Patria, S.T., M.M.S.I., dengan anggota tim Dea Andini Andriati, S.Kom., M.M.S.I., serta melibatkan mahasiswa dari program studi Teknik Informatika.
Menjembatani Kesenjangan Digital
Berdasarkan analisis tim pengusul, ditemukan adanya kesenjangan (gap) antara potensi teknologi AI dengan kemampuan guru dalam memanfaatkannya untuk pembelajaran tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). Mayoritas guru sebelumnya masih menganggap AI sebagai teknologi yang kompleks dan khawatir akan dampak negatifnya, seperti risiko plagiarisme bagi siswa.
“Kami ingin menggeser persepsi guru agar memandang AI bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai mitra pedagogis atau asisten cerdas yang membantu merancang skenario pembelajaran kompleks dalam waktu singkat,” ujar Muhammad Patria dalam laporannya.
Metode Workshop dan Pendampingan
Tim pengusul menerapkan pendekatan workshop partisipatif dan pendampingan intensif (coaching clinic). Langkah-langkah konkret yang dilakukan meliputi:
- Workshop Strategi Pedagogis: Pelatihan cara merancang prompt (perintah) AI yang mampu memicu daya analisis, evaluasi, dan argumen siswa.
- Penyusunan RPP Terintegrasi: Pendampingan langsung dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengadopsi platform AI seperti ChatGPT, Perplexity, dan Canva Magic secara aman bagi siswa SD.
- Pengembangan Modul: Pembuatan Modul Panduan Praktis “AI untuk Guru SD” sebagai referensi mandiri bagi guru setelah masa program berakhir.
Hasil dan Dampak Program
Hingga tahap laporan kemajuan ini, program telah menunjukkan hasil yang signifikan. Seluruh peserta (100%) telah berhasil mempraktikkan minimal dua prompt pembelajaran berbasis berpikir kritis. Selain itu, terdapat peningkatan nilai post-test peserta minimal 80% dibandingkan nilai awal sebelum pelatihan.
Dampak jangka panjang dari kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif di Kabupaten Bekasi. Melalui penguasaan teknologi ini, guru dapat mereduksi waktu administrasi dan lebih fokus pada kualitas interaksi pedagogis serta stimulasi nalar siswa.
Program pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari Riset Unggulan universitas di bidang teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efektivitas kehidupan bermasyarakat











