Bagi sebagian pengusaha, membesarkan bisnis mungkin sudah menjadi sebuah pencapaian. Namun bagi Destiyani Retno Ningrum, perjalanan entrepreneurship justru membuka pertanyaan baru: setelah bisnis berkembang, kontribusi apa lagi yang bisa diberikan?
Pertanyaan tersebut mengantarkannya pada langkah baru di dunia organisasi pengusaha. Destiyani kini dipercaya mengisi Kompartemen Bidang 12 Investasi dan Kerja Sama Antar Daerah HIPMI JAYA, BPC HIPMI Jakarta Utara.
Peran tersebut datang setelah hampir satu dekade dirinya membangun pengalaman sebagai entrepreneur di industri kecantikan.
Sejak 2016, ketika masih duduk di bangku kuliah, Destiyani mulai merintis bisnis yang kemudian berkembang menjadi Kefir Derma Group. Perusahaan tersebut kini menaungi Kefir Skin Dermatology dan Kefir Derma Clinic.
Namun, cerita yang ingin dibawa Destiyani kini bukan hanya mengenai bagaimana sebuah bisnis dapat tumbuh.
Lebih dari itu, ia ingin melihat bagaimana pengalaman seorang pengusaha dapat menjadi bagian dari ekosistem yang lebih besar.
Ketika Pengusaha Mulai Melihat Lebih Jauh
Memasuki lingkungan HIPMI JAYA memberikan perspektif baru bagi Destiyani.
Selama ini, kesehariannya banyak berkaitan dengan bagaimana memahami konsumen, mengembangkan produk, menjaga kualitas layanan, hingga membangun tim.
Kini, ruang belajarnya menjadi lebih luas karena bersinggungan dengan investasi dan potensi kerja sama antar daerah.
Menurut Destiyani, setiap daerah di Indonesia memiliki peluang yang dapat dikembangkan. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dipertemukan dengan orang, jaringan, dan sumber daya yang tepat.
“Saya melihat ini sebagai kesempatan untuk belajar dari lebih banyak pengusaha, bertukar pengalaman, dan melihat potensi kerja sama yang mungkin bisa dikembangkan lintas daerah,” ujar Destiyani Retno Ningrum.
Baginya, dunia usaha tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri.
Ketika satu pengusaha memiliki produk, sementara pengusaha lain memiliki jaringan atau akses pasar, kolaborasi dapat menjadi titik temu yang menghasilkan sesuatu yang lebih besar.
Dari Beauty ke Ruang Kolaborasi
Pengalaman Destiyani di industri kecantikan menjadi salah satu bekal yang dibawanya ke lingkungan baru tersebut.
Kefir Skin Dermatology, misalnya, menjadi bagian dari perjalanan awalnya membangun brand. Salah satu momentum penting terjadi pada 2019 ketika produk Masker Kefir berbahan dasar fermentasi susu kambing mendapatkan Beauty Brand Award 2019.
Perjalanan kemudian berlanjut hingga Kefir Derma Clinic berkembang menjadi empat cabang di Margonda Depok, Pondok Kopi Jakarta Timur, Karawang, dan Tangerang.
Namun, pencapaian tersebut menurut Destiyani justru mengajarkan satu hal penting: semakin besar bisnis berkembang, semakin banyak pula pihak yang terlibat di dalamnya.
Mulai dari tim, konsumen, mitra, supplier, hingga berbagai jaringan usaha.
“Dari membangun bisnis saya belajar bahwa pertumbuhan tidak hanya datang dari produk atau layanan. Ada peran tim, partner, komunitas, dan orang-orang yang mau berjalan bersama,” katanya.
Bukan Sekadar Memperluas Relasi
Bagi Destiyani, networking juga memiliki makna yang lebih luas.
Relasi yang dibangun bukan sekadar bertukar kartu nama atau mengenal lebih banyak orang. Ada proses bertukar perspektif, membuka wawasan, hingga menemukan kemungkinan kolaborasi yang sebelumnya mungkin tidak terpikirkan.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan dirinya tertarik mengambil bagian dalam bidang investasi dan kerja sama antar daerah.
“Bagi saya, networking yang baik adalah ketika hubungan tersebut bisa menciptakan value. Bisa saling belajar, saling membuka peluang, dan kalau memungkinkan menciptakan sesuatu yang memberikan manfaat lebih luas,” jelasnya.
Belajar dari Perubahan Industri
Semangat untuk terus belajar juga selama ini menjadi bagian dari perjalanan Destiyani di industri beauty.
Ia melihat konsumen kecantikan saat ini semakin kritis. Standar kecantikan perlahan bergeser dari sekadar mengejar kulit putih atau hasil instan menuju perhatian terhadap kesehatan dan kualitas kulit.
“Beauty goals sekarang mulai bergeser. Orang tidak hanya ingin terlihat bagus, tetapi juga mulai memahami pentingnya skin quality dan bagaimana bisa menua dengan sehat,” tuturnya.
Perubahan tersebut membuat pelaku usaha harus terus membaca kebutuhan masyarakat.
Bagi Destiyani, prinsip yang sama juga berlaku ketika memasuki lingkungan bisnis yang lebih luas. Pengusaha perlu memiliki kemampuan beradaptasi, mendengar, dan memahami perubahan.
Langkah Baru, Cara Pandang Baru
Keterlibatan Destiyani di HIPMI JAYA menjadi babak baru yang melengkapi perjalanan entrepreneurship-nya.
Jika sebelumnya fokus utamanya adalah membangun dan mengembangkan bisnis kecantikan, kini ia memiliki kesempatan untuk melihat dunia usaha dari sisi yang lebih luas.
Bukan hanya bagaimana sebuah bisnis bisa bertahan, tetapi bagaimana pelaku usaha dapat saling terhubung dan menciptakan peluang bersama.
“Setiap fase dalam perjalanan bisnis pasti memberikan pelajaran yang berbeda. Sekarang saya ingin terus belajar, memperluas perspektif, dan mudah-mudahan bisa memberikan kontribusi lewat apa yang sudah saya pelajari selama membangun bisnis,” ungkapnya.
Bagi Destiyani, kesuksesan akhirnya bukan hanya tentang berapa banyak cabang yang berhasil dibangun atau seberapa besar sebuah bisnis berkembang.
Ada nilai lain yang menurutnya tidak kalah penting: seberapa banyak peluang yang bisa dibuka untuk orang lain.
Dari industri beauty menuju ruang investasi dan kerja sama antar daerah, langkah Destiyani Retno Ningrum kini memasuki fase baru. Bukan untuk meninggalkan dunia yang telah membesarkan namanya, melainkan memperluas pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan membangun ekosistem usaha yang lebih kolaboratif.











