Dorong Layanan Disabilitas Lebih Inklusif, Telkom University Kembangkan Model Transformasi Digital untuk NGO

Warta Times
Dorong Layanan Disabilitas Lebih Inklusif, Telkom University Kembangkan Model Transformasi Digital untuk NGO
Penyerahan kuesioner penelitian oleh Tim Telkom University kepada mitra Bandung Independent Living Center. (Foto: Dok/Ist).

Bandung, 2026 – Tim peneliti Telkom University mengembangkan penelitian berjudul “Pengembangan Model Transformasi Digital untuk Layanan Pendamping Penyandang Disabilitas sebagai Inovasi Sosial Berkelanjutan pada Non-Governmental Organizations (NGO)”. Penelitian ini menjadi bagian dari upaya penguatan layanan inklusif berbasis teknologi, khususnya dalam mendukung penyandang disabilitas agar memperoleh akses layanan pendampingan yang lebih profesional, terstruktur, dan berkelanjutan.

Program penelitian ini dilaksanakan oleh tim Telkom University yang terdiri dari Dr. Ir. Luciana Andrawina, M.T. dan Fandi Achmad, S.T., M.T., serta tim research Mia Amelia , S.T., M.T., dan Artamevia Salsabila Rizaldi,S.T., M.T., bersama tim mahasiswa yang terlibat dalam proses koordinasi, pengumpulan data, dan pengembangan model penelitian. Dalam pelaksanaannya, tim peneliti bekerja sama dengan Bandung Independent Living Center (BILiC) sebagai mitra NGO yang memiliki pengalaman dalam pendampingan dan pemberdayaan penyandang disabilitas.

Penelitian ini berangkat dari kebutuhan nyata penyandang disabilitas yang masih menghadapi berbagai hambatan dalam aktivitas sehari-hari, mobilitas, pendidikan, pekerjaan, maupun partisipasi sosial. Di banyak situasi, layanan pendampingan masih bergantung pada keluarga atau relawan informal, sehingga belum sepenuhnya terstandardisasi dan belum terintegrasi dalam sistem layanan digital. Padahal, pendamping memiliki peran penting dalam mendukung kemandirian penyandang disabilitas, mulai dari bantuan aktivitas harian, akses terhadap layanan publik, hingga penguatan partisipasi sosial yang lebih setara.

Dalam konteks tersebut, Non-Governmental Organizations (NGO) memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara penyandang disabilitas, masyarakat, dan ekosistem layanan inklusif. Salah satu mitra yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah Bandung Independent Living Center (BILiC), yaitu organisasi yang aktif mendukung konsep independent living atau kemandirian bagi penyandang disabilitas. Melalui peran NGO, layanan pendampingan diharapkan tidak hanya bersifat bantuan sosial, tetapi dapat berkembang menjadi layanan profesional yang lebih terukur, mudah diakses, dan berorientasi pada pemberdayaan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model transformasi digital yang dapat digunakan oleh NGO dalam mengelola layanan pendamping penyandang disabilitas secara lebih efektif. Model yang dikembangkan menekankan pentingnya kesiapan individu, kualitas layanan digital, dan peningkatan dampak sosial. Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya dipahami sebagai penggunaan aplikasi atau teknologi, tetapi juga sebagai perubahan menyeluruh yang mencakup kesiapan sumber daya manusia, tata kelola layanan, proses operasional, serta keberlanjutan organisasi.

Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengkaji hubungan antara individual readiness, digital transformation, digital service quality, dan social impact enhancement. Model ini menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan individu, kualitas layanan digital, serta kemampuan NGO dalam memperluas dampak sosial bagi penyandang disabilitas. Pengembangan model ini diharapkan menjadi inovasi sosial berkelanjutan yang dapat membantu NGO meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat pengelolaan data, meningkatkan kapasitas pendamping, serta menghadirkan layanan yang lebih profesional, inklusif, dan adaptif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.

Dorong Layanan Disabilitas Lebih Inklusif, Telkom University Kembangkan Model Transformasi Digital untuk NGO
Kegiatan bersama BILiC Bandung dalam mendukung proses pengumpulan data dan penguatan kolaborasi penelitian. (Foto: Dok/Ist).

Kegiatan bersama komunitas BILiC Bandung menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa model yang dikembangkan tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan nyata pengguna dan organisasi mitra. Melalui proses pengumpulan data dan diskusi bersama, penelitian ini diharapkan mampu menangkap perspektif penyandang disabilitas, pendamping, serta pengelola NGO dalam merancang layanan digital yang lebih inklusif, mudah diakses, dan berkelanjutan

Melalui penelitian ini, Telkom University berkomitmen untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat. Transformasi digital pada layanan pendamping penyandang disabilitas diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem sosial yang lebih inklusif, setara, dan berkelanjutan di Indonesia.