Tim Abdimas Telkom University Hadirkan Smart Food Waste Management Partisipatif di G-Land Arcadia Bandung

Warta Times
IMG_6215.JPG
Kegiatan observasi dan diskusi tim Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University bersama Paguyuban dan warga G-Land Arcadia Bandung. (Foto: Dok/Ist).

Warta Times, Bandung – Sampah makanan (food waste) menjadi persoalan lingkungan yang perlu mendapat perhatian khusus, termasuk di kawasan permukiman perkotaan. Pengelolaan yang kurang optimal menyebabkan sampah organik ini tercampur dengan jenis sampah lainnya dan berakhir di tempat pembuangan, padahal masih memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali. Secara khusus, permasalahan tingginya timbulan food waste yang dikelola secara konvensional dan minim partisipasi masyarakat juga terjadi di kawasan permukiman Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Menjawab tantangan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Telkom University melaksanakan program “Pengembangan Sistem Smart Food Waste Management Berbasis Partisipasi Masyarakat untuk Mendukung Circular Economy dan Permukiman Zero Waste”. Program pemberdayaan ini menyasar Paguyuban G-Land Arcadia yang berlokasi di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, di bawah pimpinan Bapak Ade Koswara, dengan fokus utama pada keterlibatan kelompok ibu-ibu rumah tangga.

Tim pelaksana program ini diketuai oleh Fandi Achmad, S.T., M.T., bersama anggota dosen Fahmy Habib Hasanudin, S.T., M.T., dan Ardiansyah Ramadhan, S.T., M.T.. Pelaksanaan di lapangan juga diperkuat oleh dedikasi mahasiswa Telkom University, yakni Bernieka Desyaranti, Muhammad Rivaldi, dan Dio Pasa Pramudis, serta tim asistensi peneliti yang terdiri dari Thifal Adelia Ghifara, Ifrando Juandika, dan Najwa Izzati M.

IMG_6168
Penerapan Sistem Smart Food Waste Management yang dikembangkan dalam program Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University untuk mendukung pengelolaan sampah makanan berbasis partisipasi masyarakat di G-Land Arcadia Bandung. (Foto: Dok/Ist).

Pendekatan penyelesaian masalah dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir guna membangun kesadaran warga secara berkelanjutan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan observasi lapangan untuk memahami kondisi nyata pengelolaan sampah warga saat ini. Berbekal hasil observasi tersebut, tim menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama warga dan Paguyuban guna mengidentifikasi permasalahan food waste, kebiasaan pemilahan, dan peluang perbaikan sistem pengelolaan.

Langkah selanjutnya difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi mengenai konsep Smart Food Waste Management, yang sangat menekankan pentingnya disiplin pemilahan sampah langsung dari sumbernya, yakni skala rumah tangga. Pemahaman teoritis ini kemudian diaplikasikan langsung melalui pelatihan dan workshop pengolahan sisa makanan agar menjadi produk bernilai tambah, seperti kompos dan eco-enzyme dalam kerangka circular economy.

Selain edukasi pengolahan, warga juga diperkenalkan dengan penerapan sistem manajemen yang lebih modern melalui demonstrasi teknologi pencatatan dan pemantauan timbulan food waste berbasis data komunitas. Guna memastikan terbentuknya perubahan perilaku yang menetap, tim Telkom University melakukan pendampingan berkelanjutan untuk memantau penurunan volume food waste yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) serta mengevaluasi efektivitas sistem secara keseluruhan.

Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dengan skema Pengabdian Kepada Masyarakat Kompetitif Nasional. Seluruh rangkaian program pada tahun pelaksanaan 2026 ini didukung sepenuhnya oleh Pendanaan BIMA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026. Melalui kolaborasi lintas elemen ini, pengelolaan food waste di G-Land Arcadia diharapkan mampu menjadi model percontohan partisipatif dalam mencapai target permukiman zero waste yang inklusif dan berkelanjutan.